Agama Syiah di Ranah Minang Marak Melalui Budaya Tabuik


Kata orang Minang, “Adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah.” Maksudnya adalah adat berdasarkan syarak (agama Islam), agama Islam berdasarkan kitab suci (Al-Quran). Bahkan Ranah Minang adalah tempat lahirnya ulama-ulama besar yang dikenal sangat kuat menjaga aqidah. Belakangan, citra itu agak berubah. Beberapa aliran sempalan dalam Islam –bahkan Kristenisasi– kian berkembang secara pesat di sana. Termasuk diantaranya adalah penganut Agama Syiah. Perkembangan itu bisa dilihat dari berbagai perayaan dan acara-acara seremonial kaum Syiah. Misalnya perayaan asyura dan tabuik pariaman. Dalam buku Kafilah Budaya, karya Muhammad Zafar Iqbal disebutkan, mubalig Iran memiliki andil yang cukup besar dalam perkembangan Syiah di Minang.

Perkembangan Syiah juga terlihat dengan hadirnya kunjungan Dubes Iran, Behrooz Kamalvandi, selama 2 hari ini dengan membawa rombongan 10 orang dan mengikut sertakan Televisi Nasional Iran untuk meliput acara tabuik pariman. Tabuik, merupakan perayaan Asyuraa kematian Imam Husein, cucu Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wasallam di Padang Karbala, mirip dengan perayaan Syiah di Iran.

Agama syiah ini dapat terlihat dari makam Syekh Burhanuddin Ulakan, sufi ternama di daerah, tradisi basuluak dan tabuik membuka tabir keberadaan ajaran Syiah di daerah itu. Perayaan Tabuik yang menjadi tradisi kaum Syiah, berasal dari angkatan laut Belanda asal Pakistan yang melarikan diri ke pelabuhan Pariaman (Sumatera Barat).

Dalam hal ini mari kita buka mata dan hati kita, bahwa kita tidak mengkaji bahwa mereka pernah menyebarkan pengaruh syiah. Namun mereka adalah sosok musang yang berbulu ayam yang akan menikam dari belakang. memang keberadaan mereka belum begitu terlihat melakukan kajian keagamaan mereka, namun dilapangan banyaknya diantara masyarakat Pariaman yang terus terang membenci, dan bahkan mengkafirkan para sahabat Rasulullah. hal ini diceritakan oleh ikhwan kita di Pariaman yang perna berdialog dengan mereka dan mereka memberikan sebuah buku yang berisi kebencian terhadap Sahabat Rasulullah dan Ahlussunnah. Sekarang buku itu sudah diserahkan kepada MUI Kota Pariaman untuk di teliti lebih lanjut.

Memang mereka di Indonesia belum begitu melihatkan taring mereka, namun mereka sudah banyak merasuk ke dalam tubuh organisai Islam yang notabenenya adalah Ahlussunnah. Namun, di Timur Tengah, mereka sudah begitu menancapkan kuku mereka sehingga menimbulkan kekacauan dan peperangan yang mengakibatkan banyaknya dari masyarakat sipil meninggal dunia secara sadis, yang mereka itu semua adalah dari kalangan Ahlussunnah.

Melihat ini, maka sudah selayaknya kita berhati-hati terhadap mereka. Dan termasuk dalam hal ini adalah meninjau ulang budaya yang tidak selaras dengan jiwa islam yang tertuang dalam ” Adat Basandi syarak, Syarak Basandi Kitabullah”.

lihatlah pengakuan orang syiah yang menyebutkan bahwa Budaya Tabuik adalah budaya Agama Syiah.

dan Lihatlah kemiripan Syiah dengan Yahudi

Terbuhuhnya Iman Husen adalah perlakuan orang Syiah Laknatullah

Kalau Sumatera Barat bertukar budaya dengan Iran, maka budaya ini akan berkembang di Pariaman

Maka mari kita ingatkan sanak saudara kita serta keluarga kita dari pengaruh agama Syiah ini. dan kita menghimbau kepada pemuka Adat dan pejabat pemerintahan Sumatera Barat, untuk menutup dan membatalkan kerja sama dalam tukar budaya dengan negara Iran. Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua, amin

Referensi:
http://haroqi.multiply.com/journal/item/947/947?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://etnofilm.blogspot.com/2008/06/jejak-syiah-di-ranah-minang.html
http://majalah.hidayatullah.com/?p=1258

Iklan

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 25 Maret 2012, in Info, Video dan Foto, Wawasan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 15 Komentar.

  1. sedih setelah membaca artikel dan berita yang ada pada situs ini, kepada para pengurus dan pengelola situs ini dan setipa orang yangmembaca berita ini jangan mudah percaya dan menilai buruk terhadap suatu klompok dan aliran. jauhilah prasangka buruk. tanyalah ahlinya jika klaian tidak tahu. mari kita jauhkan perbedaan, bina persatuan ummat. video-video yang ditayangkan tidak semuanya benar. bahkan sengaja dibuat untuk mempengaruhi ummat. berhentilah mengadu domba.

  2. Saya orang padang, bapk orang pariaman, tapi saya sama sekali seumur hidup menemukan gejala syiah secara akidah pada kebanyakan orang pariaman, buat kawan2 yang merasa pariaman syiah, mari kita berdialog..saya terbuka untuk itu

  3. Maaf diulangi…Saya orang padang, bapk orang pariaman, tapi saya sama sekali seumur hidup tidak pernah menemukan gejala syiah secara akidah pada kebanyakan orang pariaman, buat kawan2 yang merasa pariaman syiah, mari kita berdialog..saya terbuka untuk itu

  4. Terkadang yang saya heran acaranya syiah tapi gak melakukan melukai diri sendiri dan tabuik aka tabot telah selesai dan selanjutnya meminta maaf sesama manusia dan makan bersama aka bajambak

  5. Min minta penjelasan lebih lanjut dong jadi yang nyebarin islam di ranah minang itu orang syiah maaf admin hanya butuh penjelasan lebih lanjut mohon…

    • Islam masuk ke minang bukan di bawa syiah. tapi ada dari da’i yang kemudian hari, terindikasi syiah. Mudahan Islam diberikan kejayaan di bumi ranah minang ini. aamiin

  6. bagaimanapun tradisi tabuik merupakan bukti bahwa syiah pernah hidup dan berkembang di bumi Pariaman dan banyak lagi ritual-ritual lain seperti basapa, badikia, ziarah kubur, tahlil, maulid, shalawat dll.
    sesungguhnya yang mengadu domba syiah dan sunni dan mengkafirkan saudara muslimnya adalah kaum wahabbi.
    banyaklah membaca dan jangan mudah tersulut api kebencian.

  7. maaf saya orang awam yang masih belajar tentang islam sesuai alquran dan hadist nabi yang shahih,sesama muslim bersaudara,kalau bertentangan dengan alquran dan hadist nabi jatuhnya bid”ah.jadi kalau ada yang menghina nabi,para sahabat dan kaum muslimin dan muslimat.umat muslim wajib memerangi nya,selemah lemahnya iman dengan doa ma allah swt.

  8. Jangan bawa nama syeh burhanuddin ulakan dengan tabuik ,,, klu gak tahu sejarah islam lbih baik diam…urus saja agama mu

  1. Ping-balik: Ajaran Syiah Merasuk Melalui Budaya Tabuik Pariaman | Media Riau

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: