Daily Archives: 18 April 2012

Bagaimana Nafkah Istri Setelah di Talak Raj’i


ImageTalak dalam Islam terbagi menjadi tiga dengan perincian; yang dua adalah talak raj’i (talak yang dapat dirujuk) dan yang satu talak ba’in (talak perpisahan). Hal ini dijelaskan dalam firman Allah ta’ala :

الطَّلاَقُ مَرَّتَانِ فَإِمْسَاكُُ بِمَعْرُوفٍ أَوْ تَسْرِيحُ بِإِحْسَانٍ

“Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma’ruf atau menceraikan dengan cara yang baik.” (al-Baqarah : 229)

Apabila telah terjadi dua kali talak ini, maka jadilah talak ketiga sebagai talak ba’in sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta’ala,

فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ حَتَّى تَنكِحَ زَوْجاً غَيْرَهُ فَإِن طَلَّقَهَا فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يَتَرَاجَعَآ إِن ظَنَّا أَن يُقِيمَا حُدُودَ اللهِ وَتِلْكَ حُدُودُ اللهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

“Kemudian jika si suami menalaknya (sesudah talak yang kedua), Maka perempuan itu tidak lagi halal baginya hingga Dia kawin dengan suami yang lain. kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, Maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan istri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum-hukum Allah. Itulah hukum-hukum Allah, diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui.” (al-Baqarah : 230) Read the rest of this entry

Apakah istri harus mengetahui semua persoalan suami?


ImageSebuah mahligai rumah tangga tidak pernah lepas dari berbagai macam problematika keluarga yang cenderung menumpuk dan mengkristal, baik datangnya dari pihak suami maupun istri. Penumpukan problem ini bisa menjadi bom waktu yang suatu saat meledak meluluhlantakkan rumah tangga.

Karena itu, usaha maksimal untuk menjinakkan bom permasalahan menjadi sebuah keniscayaan, agar kita tidak mendengar ucapan seseorang , “Aku lebih bahagia saat bujang, daripada keadaanku sekarang setelah menikah”.

Untuk mencairkan permasalahan dan menjinakkannya, diperlukan keterbukaan dan komunikasi intensif dari suami istri, jangan biarkan komunikasi dan keterbukaan suami istri membeku yang akan menyebabkan suami istri menutup diri, tidak terbuka menyampaikan masalahnya kepada pasangannya. Dengan adanya komunikasi suami istri, niscaya akan tercipta keluarga yang harmonis dan beralaskan cinta sejati. Cinta yang bersemi dalam hati, berkembang dalam kata, dan terurai dalam laku. Read the rest of this entry

Sumber Kebenaran Menurut Adat Minang


Image Kebenaran adalah sesuatu yang didambakan. Oleh sebab itu dengan berpedoman kepada ketentuan adat Minangkabau sebagai pedoman dan pegangan hidup seharusnya kita harus mampu mewujudkan kebenaran tersebut dalam segala bidang dan aspek kehidupan. Seseorang dalam mencari kebenaran harus mengetahui sumber atau tempat dimana kebenaran tersebut dapat kita temukan. Menurut adat Minangkabau asal (sumber) kebenaran tersebut ada 4 (empat) yaitu :

1. Dari Dalil Kato Allah

Sumber kebenaran yang utama dan pertama menurut adat Minangkabau adalah bersumber dari dalil kato Allah sebagaimana tertuang dalam Al-Quran. Kebenaran yang terdapat dalam Al-Quran tersebut sifatnya absolute, karena kebenaran tersebut bersumber dari Allah Subhanahu Wata’ala Yang Maha benar. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: