Daily Archives: 19 April 2012

Batu Angkek-Angkek Merupakan Wisata Kesyirikan di Sumatera Barat


Image

Batu angkek-angkek

Sebuah batu yang sudah tersimpan cukup lama, lebih kurang selama 7 keturunan, diyakini memilki daya mistis yang cukup tinggi. Sehingga banyak masyarakat yang datang baik masyarakat biasa sampai politisi dan pejabat berdoa di batu ini agar karirnya mulus dan memuncak. Masyarakat menyebutnya Batu Angkek-angkek. Lokasinya di Nagari Balai Tabuh, Sungayang, Tanah Datar, Sumatera Barat. Angkek berarti angkat dalam Bahasa Indone­sia. Disebut batu angkek-angkek karena sejak ditemukan, orang-orang selalu ingin me­ngang­kat batu ini.

Mengangkat batu ini memang tak mudah. Meski tak berukuran besar, tak banyak yang mampu memin­dahkan batu ini.  Inilah yang mem­buat batu itu terkenal seantero Nusantara. Banyak masyarakat jauh-jauh datang dari luar Sumatera Barat untuk memastikan kebenaran cerita batu ini. Diantaranyaa da yang dari Sulawesi, Kalimantan, Gorontalo, bahkan ada yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Filipina. Mereka datang dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin punya anak, jodoh, dan kekayaan. Batu ini punya cerita sendiri. Konon, apabila kita berhasil me­ngang­kat batu tersebut ke pangkuan, itu pertanda permohonan kita dika­bulkan. Namun jika sebaliknya, batu tersebut bergeming, tak dapat diang­kat, maka hal itu alamat gagal dan terkabul yang apa yang diingin­kan. Read the rest of this entry

Ketakutan Barat Atas Jumlah Kaum Muslimin


Dari sekian banyak berkah Allah Subhanahu Wata’ala adalah besarnya populasi Muslim dunia yang bisa menjadi potensi besar bagi bangkitnya negara adidaya baru ke depan. Studi demografi komprehensif dari 200 negara menunjukkan populasi Muslim dunia sebesar 1,57 miliar yang mewakili sekitar 23% dari 6,8 miliar penduduk dunia menurut estimasi di tahun 2009.1 Read the rest of this entry

Ritual Kubur Yang Mendarah Daging di Masyarakat Minang



Bila Da’inya Model Ini, Jadi Apa Jamaahnya?


Da’i kok merokok. (foto: kaskus)

Namanya da’i tak ubahnya juga guru yang nota bene bisa digugu dan ditiru. Da’i yang baik harus memiliki sifat jujur, dapat dipercaya, cerdas dan dapat menyampaikan visi dan misinya selaku da’i.

Da’i di mata masyarakat merupakan panutan dalam hal keagamaan. Oleh masyarakat para da’i  itu panggilannya beda-beda ada yang memanggil dengan sebutan  ustadz, kyai, ajengan, buya dll. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: