Allah Menyukai Pernikahan Dini, Mengapa Orang Tua Masih Ragu Untuk Menikahkan Putra-Putri Mereka?


Ayahku Melarangku Untuk Menikah

Karakter utama yang mewarnai hampir setiap masyarakat adalah suka meniru dan gemar menyamakan kasus. Padahal hal demikian itu suatu kekeliruan. Agama Islam sudah memiliki aturan baku yang berdiri tegak di atas pondasi yang kokoh dan tidak mudah terombang-ambing. Jadi untuk apa meniru orang lain? Agama Islam justru menggalakkan pernikahan pada usia muda, karena hal itu jelas mendatangkan banyak berkah dan kebaikan, serta mencegah banyak perkara. Allah Subhanahu Wata’ala lebih memahami ciptaan-Nya, maka berpegang teguhlah dengan wasiat Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam:

“Menikahlah kalian dengan para wanita, karena mereka akan mendatangkan untuk kalian harta. (HR. Al Hakim 2679, dan beliau mengatakan hadis ini shahih)

Seandainya pernikahan di usia muda itu mengandung kejelekan, niscaya syariat Islam yang suci tidak akan menggalakkannya. Apalagi dalam kaidah hukum Islam disebutkan, bahwa setiap perkara yang Allah Subhanahu Wata’ala perintahkan berarti hal tersebut disukai dan diredhainya. Sedangkan setiap perkara yang mendatangkan kerugian dan bahaya  pasti diharamkan.

jadi kalau memang Allah menyukai pernikahan dini, yang merupakan pasangan usia subur dan produktif, mengapa orang tua masih ragu untuk menikahkan putra-putri mereka? Apalagi banyak pandangan menyedihkan di masyarakat akibat tertundanya pernikahan. Padahal hanya pernikahanlah yang mampu memelihara kehormatan dan menjaga eksistensi masyarakat itu sendiri. Maka jangan hanya karena alasan kuliah atau kerja, lantas orang tua menunda putra-putrinya menikah. Bukankah yang demikian merupakan perbuatan yang bisa mengundang fitnah dan murka Allah Subhanahu Waa’ala? 

Ustadz Zaenal Abidin bin Syamsudin ” Muda, Nikah, Bahagia!” hal 70-71

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 3 Mei 2012, in Hadist, Keluarga, Nasehat and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. aslm
    mf ana mw tanya,
    jika memang yg d jelaskan d ats benar adanya,lalu nagaimana dengan “Ridho Alloh adalah Ridho orang tua”.
    sementara sudah jelas kalau pola pikir kami belum.sama..
    w

    • wa’alaikumsalam, saudari fita semoga Allah merahmati anti dan keluarga, amin. syariat Allah adalah ketentuan yang pasti yang mengandung banyak manfaatnya. makanya menjadi suatu keharusan untuk mengikutinya, baik dalam keadaan suka ataupun tidak. disamping itu ridho Alllah terletak pada ridho orang tua, namun tidak semuanya kita mesti manut, jika itu mengandung kedurhakaan kepada Allah. maka dalam hal ini, hanyalah bagaimana ukhti bisa menjelaskan kepada orang tua dengan hikmah, karena memang apa yang ukhti pikirkan berbeda dengan ortu ukhti. wallahu’alam

  2. Oh ya masya Alloh, yaudah aq nikah aja sama dia

  3. ana jg udh kpgn nikah umur ana 19 lelaki umur 34 tp pas aku ajak nikah dy blg blm ada biaya cukup

  4. assalamualaikum, berarti intinya jika ortu mengucapkan kalimat. ” dasar anak durhaka” kita belom tentu jd anak durhaka ya? yg nentuin durhaka atau nggak , Allah kan?

  5. Assalamualaikum wr… wb…
    Saya ada sedikit pertanyaan tentang
    1. Bagaimana bisa dibilang bahwa ridho orangtua adalah ridhonya Allah? Bukankah orangtua itu juga manusia sama seperti anak? Dan kita pun nantinya akan menjadi orangtua?
    2. Saya seorang mualaf saya memiliki kekasih seorg muslimah dan kehadiran saya tidak di terima di keluarga kekasih saya. Saya pernah berbicara dengan ayahnya. Dan ayahnya berkata seperti ini : apakah kalian mau menghancurkan nama baik saya dimata saudara2? Nanti waktu lebaran kalau saya ditanya besan saya, saya harus jawab apa? Mau di taruh dimana muka saya? Apa kalian mau bahagia di atas penderitaan org lain? Apakah hal seperti itu di benarkan dalam ajaran islam?
    Terimakasih banyak sebelumnya.
    Wassalam

  6. Saya akan menikah tgl 4 mei ini.. tapi sebelum menetapkan tgl pernikahan saya mempunyai kendala dengan ayah saya yang melarang saya utk menikah karena alasan belum sempat membahagiakan orang tua.. umur saya 22 tahun.. alasan itu selalu di umbar umbarkannya sampai skrg ini dengan nada yang kasar.. hukum apakah dengan orang tua seperti iti..?

  7. Assalamualaikum wr.wb…
    Saya ingin bertanya tentang orangtua yang melarang anaknya menikah di usia muda karena harus melanjutkan kuliahnya . Bagaimana menurut ukhti tentang hal tersebut? Sebelum insha Allah saya dan calon berencana akan menikah tahun depan , saya dengan calon saya berbeda 9 tahun dan alhamdulillah Calon saya sudah mapan dalam rohani dan jasmaninya tetapi orang tua saya masih memikirkan tentang kuliah saya sendiri . Niat saya dan calon saya untuk menikah adalah untuk menghindari hal negative dan selalu di Ridhoi di jalan Allah tetapi orgtua saya belum bisa memahaminya . Bagaimana saya harus menyikapinya ? Terimakasih sudah membaca tulisan saya . Semoga kita di Berikan Rezeki yang berlimpah dari Allah SWT . Aamiin

  8. izin share ya ustadz !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: