Orang Yang Tidak Mau Menikah, Mereka Akan Mengalami Tiga Proplem Hidup Yang Sangat Berat


Menikah Membuat Anda Sehat!

Menikah bisa membuat seorang pemuda, baik putera maupun puteri lebih tenang pikirannya, perasaan lebih fress, dan kondisi lebih sehat, baik jasmani maupun ruhani. Imam Ibnul Jauzi Rahimahullah dalam kitab Tablis Iblis menyebutkan bahwa bagaimana kebiasaan sufistik yang tidak mau menikah, mereka akan mengalami tiga proplem hidup yang sangat berat:

Pertama, menderita sakit karena tertahannya seperma. Perlu diketahui sperma yang terlalu banyak tertahan pasti mengendap, kemudian mengalir ke otak. Maka abu Bakar bin Zakaria Ar-Razi Rahimahillah berkata,

“Aku pernah mendapati beberapa orang yang mempunyai sperma yang sangat banyak, ketika mereka dalam waktu sangat lama tidak melakukan hubungan intim sama sekali menjadi dingin dan lemas, gerakan tubuh mereka menjadi sulit dan mereka mengalami stress dan gundah tanpa sebab”

Beliau juga menegaskan, pernah mendapati seorang laki-laki yang menjauhi hubungan intim suami istri, akhir nafsu makannya menjadi hilang. Ia berusaha mencoba untuk makan walaupun hanya sedikit namun tidak menguatkan tubuhnya, bahkan mengalami muntah-muntah. Kemudian setelah ia kembali melakukan hubungan intim dengan istrinya, maka gejala tersebut hilang seketika.

Kedua, mengerjakan hal-hal yang terlarang. Karena banyak orang terus bertahan tidak melakukan hubungan intim, sperma yang terdapat dalam tubuh mereka mengendap mubadzdzir , yang bisa mengakibatkan timbulnya perasaan gundah yang menyelimuti jiwanya. Dengan kegundahan itulah mereka akhirnya melampiaskan kepada perkara yang terlarang, berzina dengan wanita haram, onani, dan muncul pikiran aneh-aneh dibenaknya sebagaimana seseorang yang telah lama menahan lapar. Maka ketdika ada kesempatan makan, ia akan memakan apa saja secra berlebihan.

Ketiga, selera syahwatnya condong kepada anak-anak di bawah umur. Maka muncul penyimpangan dan pelecehan seksual, sehingga kebiasan homoseksual dan sodomi menjadi alternatif untuk menyalurkan kebutuhan biologis. Karena setelah hilang gairah untuk menikah, maka pasti mengalami gejolak nafsu, akhirnya yang menjadi target utama adalah anak-anak di bawah umur (atau orang yang ada disekitarnya_Tablis Iblis, Ibul Jauzi, hal.314)

Kekeliruan ini mengiring segelintir komunitas umat tergelincir kepada perilaku abnormal, jau dari standar kepantasan, dan keluar dari batas abnormal. Seperti mengebiri alat kelamin dengna keyakinan karena malu kepada Allah bila masih dikuasai syahwat. Perbuatan ini merupakan nista dan terkutuk dalam agama, karena Allah menciptakan alat kelamin untuk tujuan sangat mulia. ( Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin, buku: Muda, Nikah, Bahagia, hal 72-73)

Iklan

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 4 Mei 2012, in Keluarga, Nasehat, Tazkitun Nufus and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: