Harta Haram Muamalat Kontemporer_Syarat-Syarat Beriklan Produk Dalam Hukum Islam


Oleh: DR. Erwandi Tarmizi, MA

Mengiklankan sebuah Produk sangat dibutuhkan oleh pihak produsen, pemilik barang atau jasa untuk memasarkan barang/jasa yang mereka miliki. dan juga sangat dibutuhkan oleh para pembeli/pengguna jasa untuk memberikan informasi sehingga pihak konsumen dapat menentukan pilihan mereka terhadap barang/jasa sesuai dengan keinginan dan anggaran mereka.

Karena kebutuhan pemilik barang/jasa dan konsumen akan iklan produk maka iklan sudah dikenal sejak lama dari masa Rasulullah Shallalhu “alaihi Wasallam.(1) Dan atas dasar kebutuhan akan iklan produk dan karena hukum asal muamalah adalah mubah selama tidak terdapat larangan maka hukum mengiklankan produk dibenarkan dalam Islam (2).

Akan tetapi, diberbagai media massa setiap hari banyak disaksikan iklan-iklan yang tidak sesuai dengan aturan syariat. Maka agar hukum boleh beriklan tidak berubah menjadi HARAM harus terpenuhi ketentuan-ketentuan berikut:

1. Tidak mengandung unsur Ghisysy. Jujur dalam pesan dan informasi yang disampaikan kepada khalayak ramai, serta menjelaskan seluruh informasi yang dibutuhkan oleh calon konsumen. dan tidak boleh memuji produk dengna kaa-kata bohong atau terlalu berlebihan (tadlis), dan tidak boleh menyembunyikan cacat produk dalam beriklan (kitmanul ‘aib).

2. Produk yang dilakukan bukanlah produk yang dilarang oleh agama. Maka tidak boleh mengiklankan bir dan segala bentuk minuman yang memabukkan, tidak boleh mengiklankan rokok dan tidak boleh mengiklankan nyanyian dan musik yang diharamkan, dan tidak boleh mengiklankan produk bank riba.

3. Iklan tidak boleh disertai dengan hal-hal maksiat, seperti bintang iklan seorang wanita cantik yang tidak menutup aurat serta mengundang syahwat dengan cara ini sekalipun barangnya mubah akan tetapi cara mengiklankannya haram.

4. Tidak merendahkan produk saingannya, berdasarkan sabda Nabi Shallahu ‘alai wasallam : “Tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia menyukai untuk saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya”. (HR. Bukhari Muslim)

Tentulah pembuat iklan tidak menginginkan hal tersebut dilakukan oleh pesaingnya maka janganlah dia lakukan hal serupa, karena ini termasuk menzalimi orang lain. (3)

Pelanggaran terhadap salah satu ketentuan di atas hukumnya haram. akan tetapi akad jual belinya sah. Kecuali pelanggaran poin kedua bawah barang yang diiklankan adalah barang haram.

Dan karena iklan biasanya ditujukan kepada khalayak ramai maka berbuat curang (ghisysy) dalam beriklan jelas menzalimi orang banyak.

Footnote:

1. Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, jilid.X, hal.151-152.

2. Dr. Abdullah AsSulami, Al Ghisysy wa atsaruhu fil’uqud, jilid II, hal 672

3.Dr. Abdullah AsSulami, jilid II, hal 674-676

Sumber: Harta haram muamalat kontemporer, hal 134-135

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 8 Mei 2012, in Kontemporer, Muamalah and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Hampir semua iklan produk2 sabun atau shampoo melanggar point 3,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: