Video_Ritual Kesyirikan Batu Angkek-Angkek


(Warning: Saat menghidupkan video ini, harap suaranya di non aktifkan, cukup lihat apa ritual yang di peragakan)

Batu Angkek-Angkek “Syirik Terbuka”

Sepertinya promosi dan brosur-brosur tentang keunikan di Kabupaten Tanah Datar perlu dipertanyakan, apalagi untuk dikomersilkan. Betapa tidak, cerita bohong yang tidak masuk akal orang bodoh sekalipun. Apalagi tulisan yang ada di depan rumah tempat batu angkek-angkek di buat oleh pariwisata dan disahkan Pemda. 

Yang sangat memprihatinkan sekali, kenapa orang-orang yang berkunjung kesana tidak berpikir dan menganalisa atau mencerna tulisan-tulisan yang ada dan tetap mempercayai mengadu nasib, bahkan agama dijadikan topeng pariwisata dgn memakai ritual-ritual Islam, lihat selengkapnya seperti ke batu mengucapkan salam, wuduk, salawat, tidak boleh dibelakangi dan lain-lain.
Yang menjadi pertanyaan, sebagai anak nagari di Tanjung Sungayang, kenapa sumber kemusyrikan ini dilindungi oleh Pemda, meskipun sudah ada fatwa dari MUI Propinsi Sumbar dan plakat dari Kerapatan Adat Propinsi.

Namun, dengan keterbatasan ilmu dan kemampuan, meski kami sudah lama berjuang mengusulkan kepada yang berwenang, namun sampai saat ini belum berhasil menutup sumber kemusyrikan tersebut, untuk itu mohon bantuan kepada saudara-saudara yang se iman untuk meluruskan Syariat Islam yang Kaffah demi meraih Hidayah yang berlimpah dari Allah SWT. Kita berkewajiban menyampaikannya dan yang berwenang takutlah dengan murka Allah.

Sudah banyak musibah yang datang, lebih banyak mudarat dari manfaat yang di dapat dari batu itu. Manusia tertipu oleh rayuan syetan, batu itu bisa ringan karena diangkat syetan ramai-ramai dan bisa berat diinjak syetan pula, syetan berperan disitu, percaya syetan apa Allah?

Afwan akhi dan ukhti, Saya awam dengan ilmu, hanya saja sangat prihatin dengan kenyataan yang ada. Adalah kewajiban dan sepatutnya pihak-pihak yang berwenang serta pemuka masyarakat untuk melakukan tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik dengan menutup pintu tempat/lokasi tersebut.

Atau dengan solusi yang lebih bijak dari pemerintah dan masyarakat setempat agar, dengan tegas untuk menutup jalan menuju kesyirikan. Menurut kami semisal pemerintah (setempat) mau sedikit lagi serius untuk melakukan tindakan nyata dan bukan hanya basa-basi dalam menyikapi prilaku syirik yang diatas.

Tentu akan mudah dan kami optimis itu bisa, sebab sudah ada langkah awal dengan fatwa MUI dan kesepakatan pemuka adat kearah situ, di tambah seperti kita ketahui, azas orang Minangkabau Adat Basyandi Syarak, Syarak Basyandi Kitabullah. (dan apakah ini juga tinggal mitos?)

Semakna azas tersebut sirna tentu Minangkabau pun akan tinggal mitos, kami berharap tentu tidak. Sekarang tinggal implementasinya, dan meminta keseriusan pihak pemerintahan setempat untuk bersikap tegas dalam menegakkan Tauhid tanpa, pertimbangan apapun.
Betul seperti yang akhi cantumkan diatas, bahwa faktor ekonomi menjadi kendala paling besar, pertanyaannya apakah itu layak dikedepankan oleh sebuah masyarakat yang ber-azaskan seperti yang disebutkan di atas, dan kami yakin akhi sepakat tidak ada tempat untuk kesyirikan dalam Islam.

Jikalau alasan-alasan tersebut masih dikedepankan tentulah Fatwa MUI dan kesepakatan pemuka adat yang ada hanya sebatas Lip Servis (basa-basi) saja, dan patutlah itu menjadi muhasabah buat kita semua. Kenapa itu terjadi…? semoga ini bisa ditindak lanjuti kearah yang lebih baik dan bijak.

Adapun permisalan yang terjadi di Pulau Jawa (kasus makam Sunan Ampel), kami melihat ada perbedaan niat dan latar belakang yang kontras, filosofi dan suasana kebatinan yang jauh berbeda, (Afwan, jika salah tolong luruskan). Di “Batu Angkek-angkek” mereka percaya mitos dan bertawasul dengan benda Mati (batu) mempercayai benda mati dan menisbahkan kuasa pada benda tersebut, yang jelas-jelas mengabaikan Kuasa Alla Azza Wa Jalla. Mereka telah melakukan, Syirik besar.

Sebagai putera daerah/anak nagari, kami merasa terpanggil untuk menegakkan yang ma’aruf dan mencegah kemungkaran di kampung halaman, dan dilakukan dengan segala keterbatasan yang dhoif ini, maka dari itu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sungguh sebuah anugerah, jika ada saudara seiman dan seaqidah merasa sepenanggungan dan merasa turut peduli untuk meluruskan hal/kasus ini.

Semestinya tindakan segera dilakukan untuk menghindari terjerumusnya masyarakat secara re-generasi dalam prilaku, syirik dengan membiarkan batu angkek-angkek (di Tanjung, Sayang: Tanah Datar) tetap dikunjungi masyarakat sama saja membiarkan pintu-pintu “syirik” terbuka.
Besar harapan bagi saudara-saudara yang berasal dan tinggal di Tanah Datar khususnya, dan masyarakat Minangkabau pada umumnya untuk turut peduli hal ini. Kami mohon kepada yang berwenang memperhatikan masalah ini. Afwan, kami hanya menyampaikan fakta yang ada. Terima Kasih. ***

Surat Dari Rantau
Batu Angkek-Angkek “Syirik Terbuka”
Oleh: Neti Zalnetri

https://www.facebook.com/note.php?note_id=402011538280

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 27 Mei 2012, in Nasehat, Video dan Foto and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. Assalamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh,

    Apakah para dunsanak mengetahui, prosesi adat apa saja yg di larang dalam syariat pada acara pernikahan , terkusus di pagaruyung batusangkar…..

  2. Apakah termasuk syrik kita percaya pada batu hitam (hajar aswad) yg menjadi kiblat orna muslim seluruh dunia??

    • ini tidak termasuk perkara syirik. sebab kita melakukan mencium hajar aswad adalah karena rasulullah yang mengamalkan. inilah yang dikatakan oleh umar bin khattab dissat beliau menciumnya

  3. setuju..jika kita salah menyikapi keberadaan batu ini,kemusyrikan akan rawan menghampiri..semoga kita bisa lebih bijak menyikapi tentang keberadaan batu angkek-angkek ini

  4. Terlalu cepat menfonis orang sirik,tapi kalau mendekatkan pada sirik itu mungkin lebih bijak.saya juga mau tau apa kita semua ini terlepas dari sirik secara kaffah dan kulliyah? Saya meragukan itu semua,hanya Allah lah yg membebaskan kita dari sirik. Jangan lihat kesalahan orang dulu,perhatikan diri kita sendiri lebih dahulu.

  1. Ping-balik: Batu Angkek-Angkek “Syirik Terbuka” | rishares

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: