Mati Mengenaskan Disengat Kumpulan Lebah Akibat Membenci Sahabat


Abul Hubab menceritakan, Suatu ketika kami berada dalam peperangan di laut, Musa bin Ka’ab adalah komandan kami, seorang dari Kufah yang dipanggil dengan Abul Hajjaj bergabung bersama kami, ia datang dengan mencela Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, kami mencegahnya namun ia tidak peduli, kami melarangnya namun ia tak mau berhenti. Kemudian kami singgah di sebuah pulau di tengah lautan, kami berpencar untuk mempersiapkan shalat zhuhur, seorang teman mendatangi kami, ia berkata, “Temuilah Abul Hajjaj, ia telah disengat sekumpulan lebah” kami pun segera ingin menemuinya, setelah itu kami temukan ia sudah jadi mayat telah disengat sekumpulan lebah. Kami segera menggali lahad, namun tanah menjadi keras, saya bertanya, “Mengapa tanahnya menjadi keras”, ada yang menjawab, tanahnya kering dan keras, akhirnya kami tak mampu lagi menggali tanah. Kami hanya menutupinya dengan dedaunan pohon dan batu kemudian kami meninggalkannya begitu saja.
(Sumber: Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir, 44/390 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 47 )

 

 

 

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 6 September 2012, in Agama syiah, Kisah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: