Jumlah Rakaat Sholat Tarawih


sholat-tarawihSebagian masyarakat muslim menganggab bahwa shalat tarawih tidak boleh kurang dari 20 rakaat. Dan sebagian lagi beranggapan tidak boleh lebih dari 11 rakaat atau 13 rakaat. Semua anggapan seperti ini tidak tepat, bahkan salah dan menyelisihi dalil.

Hadist-hadist yang shahih dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam menunjukkan bahwa shalat malam itu hukumnya muwassa’ (luas tidak dibatasi) dan tidak boleh menyelisihinya. Bahkan disebutkan dari Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bahwa beliau shalat malam sebanyak 11 rakaat, dan terkadang shalat sebanyak 13 rakaat. Dan bisa saja beliau shalat malam kurang dari itu semua, baik di bulan Ramadhan maupun di selain bulan Ramadhan. Ketika beliau ditanya tentang sholat malam beliau bersabda:

صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu subuh, maka hendaklah ia shalat witir satu rakaat sebagai penutup shalat malamnya.” (riwayat Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749, dari Ibnu ‘Umar)

Tidak dibatasi jumlah rakaat shalat malam dengna jumlah tertentu, baik di bulan Ramadhan maupun selain bulan ramadhan. Oleh karena itulah para shahabat radhiallahuanhum di masa Umar bin Khattab radhiallahuanhu terkadang melaksanakan shalat malam (tarawih) sebanyak 23 rakaat, dan sebagian lain melaksanakannya sebanyak 11 rakaat. Semuanya disebutkan dari Umar radhiallahuanhu dimasa kekhalifahannya.

Sebagian salaf melaksanakan shalat tarawih di bulan ramadhan sebanyak 63 rakaat dan witir 3 rakaat. Sebagian yang lain shalat tarawih sebanyak 41 rakaat. Demikian hal ini disebutkan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-rahimahullaahu ta’ala- bahwasahnya perkara dalam masalah ini luas. Beliau juga menyebutkan bahwasahnya yang utama (afdhal) bagi seseorang yang memanjangkan bacaan shalat, ruku’ dan sujud, agar ia menyedikitkan jumlah rakaat. sedangkan bagi orang yang meringankan bacan shalat, ruku’ dan sujud agar menambah jumlah rakaat. Ini maksud perkataan beliau –rahimahullaahu ta’ala- .

Barang siapa yang merenungi dan memahami sunnah Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam akan mengetahui bahwa yang utama dalam masalah shalat malam ini adalah 11 rakaat atau 13 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun selain bulan Ramadhan.  Sebab demikian akan sesuai dengan perbuatan Rasulullah dalam sebagian besar uswah beliau. Juga yang seperti ini lebih mudah bagi orang yang melaksanakan shalat serta lebih mudah untuk khusyu’ dan thuma;ninah. Namun bagi siapa saja yang menambah lebih dari 11 rakaat atau 13 rakaat maka tidaklah  berdosa dan tidak dibenci.

Kemudian, yang lebih utama bagi seseorang yang shalat malam (tarawih) bersama imam agar tidak pergi meninggalkan shalat kecuali bersama imam. Berdasrkan sabda Rasulullah:

“Sesungguhnya seseorang apabila melaksanakan shalat  bersama imam sampai selesai bersamanya maka Allah Ta’alaakan menulis baginya pahala shalat satu malam penuh”

Sumber buku Bekal Di Bulan Ramadhan  Fatwa shiyam syaikh Abdul Aziiz  bin Abdullah bin Baaz. hal 37-40 penerbit Pustaka Attibyan.

Iklan

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 2 Juli 2013, in Fiqih, Hadist and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: