Monthly Archives: Agustus 2013

Ebook: Catatan Blog Ardhillah, Sebuah Catatan Blog Perjalanan Seorang Muslimah dari Manhaj Tarbiyah ke Manhaj Salaf


 

catatan-blog-ardhillah2

 

Silakan dibaca :akhwat sejati

 

 

Iklan

Imam & Khathib Masjid Al Haram, Ahmad Al Khathib Al Minangkabawi


A. Muqaddimah

Dalam panggung sejarah, Islam sudah lama dikenal oleh penduduk Melayu. Bahkan menurut Ustadz ‘Abdul Malik bin ‘Abdul Karim bin Amrullah rahimahullah atau yang lebih dikenal dengan Hamka, Islam sudah melebarkan sayapnya di bumi Melayu sejak abad pertama hijriah. Namun sayang, meski Islam sudah sekian abad di Melayu, ajaran-ajaran yang diamalkan kaum muslimin di sana banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah. Ajaran-ajaran tasawwuf ala shufi dan keyakinan-keyakinan bid’ah dan sesat seperti takhayul, khurafat sampai ajaran martabat tujuh atau wihdatul wujud banyak mewarnai amalan-amalan kaum muslimin di bumi Melayu.

Seiring bergulingnya waktu, kaum muslimin di Melayu mulai sadar akan kekeliruan ajaran yang selama ini mereka anggap bagian dari Islam justru bertentangan. Maka usaha-usaha dalam memurnikan ajaran Islam di Melayu pun segera dimulai. ‘Episode’ pertama diawali oleh tiga jama’ah haji yang membawa oleh-oleh dari Tanah Suci berupa ‘filter’ ajaran sesat di ranah Minangkabau. Kemudian ‘episode’ berikutnya ditunjukkan oleh Syaikh Ahmad Al Khathib rahimahullah, seorang ulama yang muqim di Makkah yang terkenal dengan kegigihannya dalam menyerang kelompok-kelompok ahlul bida’ wal ahwa’ dan adat-adat yang bertentangan dengan syariat Islam baik melalui tulisan-tulisan maupun murid-muridnya yang kembali ke Melayu. Read the rest of this entry

Kondisi Suriah Sekarang


Seorang anak kecil menceritakan tentang bagaimana semua anggota keluarganya tewas dalam serangan itu:
pertama saudara tuanya keluar untuk melihat pesawat, ia berbau gas dan mulai memiliki masalah pernapasan, ketika ibunya datang untuk membantu dia dia jatuh mati juga,
begitu pula seluruh keluarga.

ketika ditanya: apa yang Anda katakan untuk “Bashar Assad”
kata anak “kutukan Allah pada dirinya”
___________________________
tak terbayangkan seorang anak yang satu – satunya hidup menyaksikan kematian anggota keluarganya….
terlukis masa depan yang kelam, tawa canda keluarga yang hilang,.. seolah batu besar yang menghantam dada bertubi – tubi…

masihkah kita mengingkarinya saudaraku…
masihkah kita berkata semua ini propaganda?
tiadakah celah dihatimu untuk mengerti dan memahami realitas yang ada….

semoga Allah memberi kemenangan pada kaum muslimin…. semoga Allah memberi kesempatan kita untuk berkontribusi lebih untuk saudara – saudari kita dibelahan bumi sana…

Salam Ukhuwah

https://www.facebook.com/Syria.Care.Indonesia?hc_location=stream

%d blogger menyukai ini: