Hukum Demonstrasi Dan Keikutsertaan Wanita Di Dalamnya


(aktifkan caption bahasa Indonesia)

Apa hukum demonstrasi dan bagaimana jika wanita mengikutinya?
Dijawab oleh Syaikh Utsman Al Khamis hafizhahullah.

Soal:
Apa hukum demonstrasi dan bolehkah wanita ikut di dalamnya?

Jawab:
Demonstrasi itu tidak pernah disyariatkan dalam Islam, tidak pernah dan tidak semestinya melakukan hal tersebut, dan ia merupakan mukhalafah (pelanggaran syariat), bahkan ia juga merupakan bid’ah dan perkara yang diada-adakan dalam agama di masa ini.

Demikian juga apa yang ada di dalamnya berupa kerusakan-kerusakan yang serius, seperti bercampur-baurnya wanita dan laki-laki. Juga terkadang para demonstran mengeluarkan perkataan-perkataan yang buruk, dan terkadang juga mereka menyerang benda dan barang milik orang lain, seperti mobil, tempat-tempat, atau yang lainnya.

Lebih lagi demonstrasi dalam rangka memberontak pada penguasa Muslim, ini juga tidak diperbolehkan, hukumnya haram.

Dimana ketika demonstrasi pula biasanya diikuti oleh orang-orang awam dari kelompok para pendemo maupun orang-orang awam dari pihak yang lain. Dengan demonstrasi yang demikian itu, jika diikuti para lelaki dan wanita, maka keharamannya lebih besar lagi. Wa’iyyadzubillah.

Setelah kita ketahui hal ini, maka janganlah berdemonstrasi, bahkan kepada pemerintah, yang terkadang dimanfaatkan oleh sebagian orang, yaitu para provokator, yang mereka itu ingin membuat kacau suasana, sehingga polisi didatangkan. Lalu para provokator itu membuat kerusakan dan akhirnya para demonstran pun dipukuli oleh polisi.

Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam apakah memungkinkan bagi beliau untuk melakukan demonstrasi di masa beliau?

Tentu saja mungkin, namun beliau tidak pernah melakukannya, dan perkara yang mudah saja untuk beliau lakukan namun ternyata beliau tidak melakukannya, hal ini menunjukkan tidak disyariatkan dalam agama. Maka, demonstrasi itu tidak disyariatkan.

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 4 Februari 2014, in Fatwa, Manhaj and tagged . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kalimat/ayat terakhir masih bersambung ya akhi…?

  2. “Demikian juga apa yang ada di dalamnya berupa kerusakan-kerusakan yang serius, seperti bercampur-baurnya wanita dan laki-laki. Juga terkadang para demonstran mengeluarkan perkataan-perkataan yang buruk, dan terkadang juga mereka menyerang benda dan barang milik orang lain, seperti mobil, tempat-tempat, atau yang lainnya.”

    Inilah yang terjadi di negeri ini.. coba kalau kita nasehati mereka tentang modhorat demo ini, malah sangat sering kita dianggap ga “open mind”.. Ini memang realita..

    Baarakallahufy artikel nya akh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: