Cacian Terhadap Ibunda Aisyah Dalam Lagu Indung-Indung


Begitu sedih hati ini seketika lewat di depan masjid, mereka asyik dengan lantunan suara merdunya, namun mereka tidak mengetahui bahwa mereka sedang mencerca Istri Rasulnya Sendiri, Aisyah. Saat ini lagi maraknya kaum muslimin merayakan tahun baru Islam dengan melakukan berbagai perlombaan di antaranya Qasida Rebana…Diantara Lagu yang didendangkan berjudul indung-indung. Lagu ini merupakan suatu cara yang dilakukan syiah dalam mengutuk ibunda aisyah Radhiyallahuanhu. Wahai kaum muslimin, engkau tanpa sadar sudah mencaci Istri Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam.

Aduh…aduh siti Aisyah

Mandi di kali rambutnya basah

Tidak sembayang, tidak puasa

Di dalam kubur mendapat siksa

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 25 Oktober 2014, in Agama syiah, Aktualita and tagged . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. Yakin? setahu saya itu lagu orang Melayu, dan banyak anak gadis melayu bernama siti aisyah. menurut saya pribadi, penggunaan nama siti aisyah di sini hanya demi kepentingan rima, agar liriknya pas berima. lagi pula, dalam pantun, dua bait pertama hanyalah pengantar, sedangkan dua bait berikutnya adalah isi. jadi isi pesannya adalah tidak sembahyang tidak puasa di dalam kubur mendapat siksa. sedangkan aduh siti aisyah mandi di kali rambutnya basah hanyalah pengantar, bukan inti isinya. ini sama persis dengan pantun: asam kandis asam geluguryakin? setahu saya itu lagu orang Melayu, dan banyak anak gadis melayu bernama siti aisyah. menurut saya pribadi, penggunaan nama siti aisyah di sini hanya demi kepentingan rima, agar liriknya pas berima. lagi pula, dalam pantun, dua bait pertama hanyalah pengantar, sedangkan dua bait berikutnya adalah isi. jadi isi pesannya adalah tidak sembahyang tidak puasa di dalam kubur mendapat siksa. sedangkan aduh siti aisyah mandi di kali rambutnya basah hanyalah pengantar, bukan inti isinya. ini sama persis dengan pantun: asam kandis asam gelugur
    ketiga asam riang-riang
    menangis di pintu kubur
    teringat badan tidak sembahyang
    Jadi, inti pesannya ada di dua bait terakhir, sedangkan dua bait pertama hanyalah pengantar.
    Seharusnya sebagai orang Melayu Anda tahu itu.
    Pesan saya hanyalah, jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu tanpa dipikirkan masak-masak.

  2. Mungkin bisa diganti : aduh aduh siti Markonah… : )

  3. siti aminah ?
    siti julaihah ?
    siti nurjanah ?
    siti fatimah ?

    a lot of..

  4. Informasi ini membuat opini tidak benar, yang membaca bisa terjerumus, mungkin karena admin nya ga sekolah kali ya..,

    Membodoh-bodohi sesamanya, tapi dengan cara yang tidak smart..

  5. itu motong ‘syiahnya’ darimana? di judul gede banget bilang ‘syiah’ yang nyanyiin lagu, tapi informasi didalamnya ga jelas syiahnya gemana, dasar info invalid, profokasi ga mutu😀

  6. Mudah-mudahan tidak demikian… baik sangka saja… husnuzon..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: