Daily Archives: 27 Oktober 2014

TABOT (TABUIK), PERAYAAN YANG TIDAK ISLAMI


tabuik-2Baru saja kita melewati tahun baru islam, tahun baru hijriyah. Ada berbagai acara yang di lakukan dalam rangka menyambut hari besar ini seperti pawai obor, istighazah, dan khitan massal namun di daerah Bengkulu dan Pariaman (Sumatra Barat) momen ini dirayakan agak berbeda, yaitu dengan perayaan Tabot (tabuik).

Tanggal 10 Muharam merupakan saat yang dinanti-nanti oleh masyarakat Bengkulu. Berbondong-bondong orang pergi menyaksikan festival tabot tebuang (terbuang) sebuah acara yang sudah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Bengkulu. Pada hari itu berpuluh-puluh tabot dengan berbagai bentuk dan warna, akan diarak mengelilingi kota lalu dibuang ke tempat pembuangannya.

Tabot (di Pariaman dikenal dengan Tabuik) berasal dari kata tabut (bahasa arab) yang artinya kotak atau peti kayu. festival tabot yang dikenal saat ini adalah serangkaian acara yang dilakukan kaum syi’ah guna mengenang syahidnya Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, yang gugur dalam perang melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Iran. Husain meninggal dengan tubuh terpisah-pisah karena kekejaman pasukan lawan yang jumlahnya 30 kali lebih banyak dari pasukan Husain. Read the rest of this entry

Tabot, Tabuik dan Nikah Mut’ah


tabuik-1Tabot, Tabuik dan Nikah Mut’ah

Sebagian tokoh syi’ah ada yang pernah mengklaim, bahwa sebenarnya ideologi syi’ah sudah diterima masyarakat Indonesia sejak lama, dengan menunjuk kepada fenomena budaya berupa Tabot di Bengkulu atau Tabuik di Sumatera Barat, juga maraknya praktek nikah mut’ah di sejumlah daerah di Indonesia.

Klaim seperti itu sebenarnya tidak berdasar, karena meski sebagian (kecil) masyarakat Indonesia merayakan Tabot atau Tabuik dan mempraktekkan nikah mut’ah, namun landasannya bukan pemahaman keagamaan, tetapi semata-mata faktor fulus. Tradisi Tabot atau Tabuik menjadi menarik diprogramkan secara berkala karena anggarannya menggiurkan, mencapai milyaran. Sedangkan nikah mut’ah dipraktekkan karena dijadikan solusi instan untuk keluar dari kemiskinan turun temurun atau menyalurkan syahwat dengan cara haram namun dibolehkan oleh aliran sesat syi’ah. Read the rest of this entry

Pandangan Islam Terhadap Kebudayaan


budaya dalam timbanganASAL USUL BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah. Merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal), diartikan sebagai hal-hal berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture. Berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa juga diartikan mengolah tanah atau bertani. Kata culture, juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Dalam Islam, istilah ini disebut dengan adab. Islam telah menggariskan adab-adab Islami yang mengatur etika dan norma-norma pemeluknya. Adab-adab Islami ini meliputi seluruh aspek kehidupan manusia. Tuntunannya turun langsung dari Allah l melalui wahyu kepada Rasul-Nya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai teladan terbaik dalam hal etika dan adab ini. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: