Biksu Buddha Myanmar Membunuh Muslim, Karena Takut Negaranya Menjadi Muslim


buddha teroris

Agama Teroris Sesungguhnya

Tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan pengakuannya terkait konflik agama di Myanmar. Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan di pulau-pulau utama di Indonesia.

Dengan menyebarkan nilai 969, Wirathu berupaya mengingatkan kaum Buddha. ‘Lampu kuning’ itu berisi tanda untuk mengawasi Muslim yang mulai menipiskan identitas Myanmar sebagai negara Buddha.

“Dengan uang, mereka lebih kaya dan menikahi perempuan Buddha Burma yang kemudian masuk Islam dan menyebarkan agama,” katanya. Perilaku umat Islam itu, ujarnya, membuat pengikut kuil Buddha menjadi lebih sedikit.

Wirathu melanjutkan, ketika Muslim menjadi kaya, mereka akan membangun masjid yang dibangun tidak sama dengan Pagoda dan Kuil Buddha. “Mereka seperti musuh berpangkalan buat kita. Lebih banyak masjid, berarti lebih banyak musuh yang ada. Oleh karena itu, kita harus mempertahankannya.”

buddhaItulah perbedaan Islam dengan Agama-agama lain. Islam menjaga pemeluknya dengan ilmu, dan saling berkasih sayang antar sesama dengan saling tolong menolong dalam kebaikan. Islam tidak membenarkan adanya pembunuhan ataupun paksaan agama kepada orang lain. Namun lihat bagaimana agama Buddha Burma untuk mempertahankan agama pemeluknya, mereka membunuh dan menghancurkan pemeluk Muslim. Berubah sang Buddhis bringas bagaikan singa kelaparan, membunuh manusia, dengan jubbah kebesarannya.buddha sesat

Begitupun para aktifis HAM dunia diam seribu bahasa. Mereka bagaikan tuli dan buta melihat pembunuhan yang dilakukan oleh pemeluk Buddha kepada Muslim. Mereka tidak mempunyai dana dan waktu jika muslim yang menjadi korban. Bagaimanapun kau membendung air bah, namun dia akan tetap mencari jalan.[republika.co.id/muslimminang]

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 19 Mei 2015, in Aktualita and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: