Ketua PBNU: Biksu Teroris Mesti diadili di Pengadilan Internasional


slametKamis (21/5/2015)  K.H Slamet Effendi Yusuf menjadi pembicara di Diskusi Publik bertemakan ‘Nestapa Kemanusiaan, Save Rohingya’ di Kantor Dakwah Muhamadiyah. Acara yang dihadiri lebih dari 50 orang itu dihadiri juga tokoh Budha dan Hindu.

Slamet Effendi menilai Myanmar telah melakukan kejahatan internasional atas keputusannya mencabut kewarganegaraan Muslim Rohingya dan ini adalah pelanggaran HAM.

“Telah terjadi pengucilan terhadap suku bangsa. Tidak berkewarganegaraan adalah bukti.  Pengucilan. Kepemilikan warga negara adalah HAM,” tegasnya.

Tidak hanya sampai situ, salah satu Ketua MUI  lulusan   Universitas Indonesia Bidang Politik program pasca sarjana ini menyebutkan pelanggaran ini harus ditindak di pengadilan internasional. Terlebih wirathu yang dianggap sebagai biksu teroris mesti diadili di pengadilan internasional.

“Rezim ini tega, memperlakukan sebuah etnis seperti itu. Seharusnya ada hukuman secara internasional. Tokoh seperti wirathu harus diadili di pengadilan internasional,” jelasnya.

Dari sana beliau menyarankan agar ASEAN bisa memulai berikap tegas. ASEAN harus menegaskan bahwa anggota asean perlu ikut dalam aturan Asean dan program yang dibuat, terlebih dalam kasus kemanusiaan seperti ini.[Sendia/Gemaislam.com]

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 22 Mei 2015, in Aktualita and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: