Mengapa Sebaiknya Perbanyak Dzikir daripada Mendengarkan Musik Ketika Berkendara?


unnamed (2)Biasanya kita sering melakukan kebiasaan ini, yaitu mendengarkan musik ketika akan berkendara. Menyiapkan headset dan smartphone yang full battery, agar perjalanan menyenangkan, santai dan rileks. Benarkah demikian? Mari kita simak penjelasan berikut ini tentang mengapa sebaiknya perbanyak dzikir ketika berkendara daripada mendengarkan musik?

Banyak orang berpendapat, musik dapat memberikan ketenangan pada jiwa. Namun. Bagaimana dengan orang yang sedang berkendara? Apakah akan merasakan ketenangan jiwa juga?

Ketika macet, banyak orang yang memanfaatkan waktunya untuk mendengarkan musik dengan volume yang keras menggunakan headset.

Sebuah hasil penelitian oleh Phillips Research Laboratories di Eindhoven, Belanda dan Stanford University di California menemukan bahwa mengubah musik cepat ke musik lembut dapat menenangkan dan menurunkan tingkat stres pada saat berkendaraan.

Ternyata, mengemudi dengan emosi merupakan masalah besar, penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa musik yang kita dengarkan saat mengemudi dapat berdampak pada cara kita mengemudi di suasana jalanan yang sulit.

Sebuah studi 2012, Phillips Research Laboratories di Eindhoven mengatakan bahwa musik di mobil dapat mempengaruhi suasa hati pengemudi, yang berdampak pada perilaku mengemudi.

Tidak ada yang mengetahui mengapa demikian, tapi teori berkisar faktor seperti musik upbeat mengganggu pengemudi atau menyebabkan mereka untuk mempercepat laju kendaraan seiring dengan tempo musik. Ketika berkendara dalam keadaan kurang santai dapat beresiko dalam teknik mengemudi.

Nah… ternyata daripada kita menghabiskan waktu berkendara dengan menyesuaikan emosi jiwa dengan musik yang kita putar, lebih baik kita stabilkan emosi kita dengan banyak berdzikir. Mengingat Allah, adalah sebaik-baik aktivitas.

Sebagaimana dalam firman Allah, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al Ahzab: 41, 42)

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’d: 28)

Dari Abdullah bin Basr radhiallahu‘anhu ia berkata, “Seorang laki-laki pernah berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu banyak maka beri tahukan kepadaku sesuatu yang dapat aku jadikan pegangan!’ Maka Rosul menjawab,Hendaklah lisanmu senantiasa basah dengan berzikir pada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Adapun lafal zikir yang dapat kita baca saat perjalanan sangat banyak sekali. Kita dapat membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), takbir (Allahu Akbar), tahlil (Laa ilaha illallah) ataupun lafal-lafal lainnya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, Dua buah kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan (mizan) dan dicintai oleh Ar Rohman: Subhanalloh wa bihamdih, Subhanallahil ‘azhiim.” (HR. Bukhori Muslim)

Apapun kendaraan yang kita gunakan, selama apapun kita melakukan perjalanan, berzikirlah setiap saat. Ketika sedang memegang setang motor atau memegang kemudi roda empat. Ketika di jalan tol atau kondisi kendaraan terjebak macet. Mari selalu isi waktu-waktu kita untuk berdzikir mengingat-Nya, karena kita tidak pernah tahu kapan waktunya kita dipanggil menemui-Nya. (Ummi-online)

Iklan

About admin

Berjuang menegakkan Dakwah Sunnah di Ranah Minang

Posted on 29 Mei 2016, in Akhlak, Manhaj and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: