Category Archives: Kaedah Fiqh

Mengedarkan Kotak Infak Saat Khatib Naik Mimbar


unduhanDijawab oleh Ustadz Syahrul Fatwa (Pengajar Ma’had Riyadhush Shalihin Pandeglang, Banten dan Pengasuh Majalah Al-Furqon)

Tanya:

Assalamu’alaikum. Ustadz, bagaimana hukum menjalankan kotak infaq di masjid pada saat ada khotib naik mimbar atau pada saat pengajian rutin? Jazakallahu khoiron. (Mujiono, Tanjungpinang)

Jawab:
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barakaatuh.

Pertanyaan ini mengandung dua pertanyaan;
Pertama: Hukum menjalankan kotak infak di masjid saat khotib naik mimbar
Kedua: Hukum menjalankan kotak infak saat pengajian rutin Read the rest of this entry

HUKUM PERKREDITAN


kreditMacam-Macam Praktek Perkreditan

Diantara salah satu bentuk perniagaan yang marak dijalankan di masyarakat ialah dengan jual-beli dengan cara kredit.

Dahulu, praktek perkreditan yang dijalankan di masyarakat sangat sederhana, sebagai konsekwensi langsung dari kesederhanaan metode kehidupan mereka. Akan tetapi pada zaman sekarang, kehidupan umat manusia secara umum telah mengalami kemajuan dan banyak perubahan.

Tidak pelak lagi, untuk dapat mengetahui hukum berbagai hal yang dilakukan oleh masyarakat sekarang, kita harus mengadakan study lebih mendalam untuk mengetahui tingkat kesamaan antara yang ada dengan yang pernah diterapkan di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bisa saja, nama tetap sama, akan tepai kandungannya jauh berbeda, sehingga hukumnyapun berbeda. Read the rest of this entry

Adanya Kesulitan Akan Memunculkan Adanya Kemudahan


الـمَشَقَّةُ تَـجْلِبُ التَّيْسِيْـرَ

Adanya Kesulitan Akan Memunculkan Adanya Kemudahan

(Qawa’id Fiqhiyah: Kaidah Ketiga)

Kaidah ini termasuk kaidah fiqih yang sangat penting untuk dipahami. Karena, seluruh rukhshah (keringanan) yang ada dalam syari’at merupakan wujud dari kaidah ini. Di antara dalil yang menyangkut kaidah ini, yaitu firman Allâh Ta’âla:

(Qs. al-Baqarah/2:185)

Allâh menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
(Qs. al-Baqarah/2:185)

(Qs. al-Baqarah/2:286)

Allâh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(Qs. al-Baqarah/2:286)

(Qs. al-Hajj/22:78)

Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.
(Qs. al-Hajj/22:78)

(Qs. at-Taghâbun/64:16)

Maka bertakwalah kamu kepada Allâh menurut kesanggupanmu.
(Qs. at-Taghâbun/64:16) Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: