Category Archives: Sejarah

Cara Syi’ah Mendakwahkan Agamanya


Diantara cara Syi’ah mendakwahkan agamanya ialah, berikut penjelasan dari Syaikh Adnan Al Ar’ Aloor:

  1. Mengajak kita untuk mencintai “Ahlul bait” (Ahli Keluarga Nabi)
  2. Mereka akan menceritakan kisah-kisah dusta, bagaimana Ahlul Bait ditindas, hanya untuk menyentuh emosi dan membuat kita menangis
  3. Mereka akan membuat kita meragungi pegangan kita selama ini
  4. Mereka akan menyuntik perasaan dendam dan secara tidak langsung mereka melatih kita untuk berbunuh-bunuhan dan menyebabkan pertumpahan darah.

Jika Saudara muslim mendapatkan ada seorang yang berdakwah dengan metode tersebut maka, maka tidak ragu lagi, mereka adalah penganut Agama Syiah. Maka tinggalkanlah majelis mereka sebelum lebih lanjut terserang virus dusta mereka.

Tuanku Nan Renceh Penegak Syariat Islam di Ranah Minang


PANGMA kaum paderi yang tegas dan penuh wibawa. Berhasil melaksanakan pemurnian Islam ke setiap nagari di Ranah Minang, sampai-sampai kewajiban menunaikan shalat dikontrol sangat ketat

Kejayaan Islam di Ranah Minang (Sumatera Barat) pernah mencapai puncaknya ketika kaumpaderi (ulama) dipimpin oleh ‘Abdullah Tuanku Nan Renceh. Kekuasaannya menghunjam sampai lembaga pemerintahan nagari yang diberi hak otonom oleh Kerajaan Minangkabau. Kerajaan tersebut kala itu berpusat di Pagaruyung.

Pusat kekuasaan kaum paderi sendiri berada di teritorial Luhak (Kabupaten) Nan Tuo, yakni Luhak Agam, Tanah Datar, dan Luhak Nan Limopuluah Dikoto. Atau, seluas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten 50 Kota sekarang. Read the rest of this entry

ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!


ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!

(studi banding antara aqidah tokoh syi’ah :Al-Khumaini dan aqidah kaum sufi : At-Tijaani, Alwi Al-Maaliki, Habib Al-Jufri, dan Habib Munzir)

Sungguh kita menemukan permusuhan yang sangat sengit dari kaum syi’ah dan aswaja imitasi (baca : sufi) terhadap aswaja asli (baca : salafy atau yang dinamakan oleh kaum sufi sebagai wahabi). Seakan-akan musuh mereka hanyalah kaum wahabi. Ada apa gerangan antara Syi’ah dan Aswaja, kenapa sama-sama bersepakat memusuhi kaum wahabi..??!!

Rahasianya adalah adanya kesamaan antara dua kelompok ini, terutama dalam peribadatan kepada penghuni kuburan dan para wali !!!

Tidak heran jika SYI’AH & ASWAJA SUFI :

–  Sama-sama hobi meninggikan kuburan…??!!
–   Sama-sama hobi beribadah di kuburan…??!!
–   Sama-sama hobi meminta dan beristighotsah kepada penghuni kuburan..??!!
–   Sama-sama hobi mencari barokah dari pasir yang ada dikuburan para wali??
– Sama-sama berlindung dibalik topeng “cinta kepada Ahlul Bait…”, atau “Demi menghormati Ahlul Bait”, seakan-akan kecintaan kepada Ahlul Bait dan kesyirikan adalah dua perkara yang saling melazimkan !!! Read the rest of this entry

Tuanku Imam Bonjol Penegak Syariat Islam Ranah Minang


ImageMembicarakan Tuanku Imam Bonjol tak bisa dilepaskan dengan pembahasan Perang Padri. Perang Padri terjadi di kawasan Kerajaan Pagaruyung antara tahun 1803 hingga 1838.1 Perang Padri muncul sebagai sarana Kaum Padri (Kaum Ulama) dalam menentang perbuatan-perbuatan yang marak waktu itu di kalangan masyarakat yang dilindungi oleh para penguasa setempat dalam kawasan Kerajaan Pagaruyung, seperti kesyirikan (mendatangi kuburan-kuburan keramat), perjudian, penyabungan ayam, penggunaan madat (opium), minuman keras, tembakau dan aspek hukum adat matriarkat mengenai warisan (yang menyalahi aturan Islam) dan umumnya pelonggaran pelaksanaan kewajiban ibadah agama Islam. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: