Arsip Blog

Zakat Fithri Sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam


ukuran 1 mud zakat

Zakat Fithri Sesuai Tuntunan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam

عَن ابن عُمر رضي اللَّهُ عَنْهُما قال: “فرض رسول الله صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم زكاة الفطر صاعاً مِنْ تَمْر أَوْ صَاعاً من شعير، على الْعبد والحُرِّ والذَّكر والأنْثى والصَّغير والكبير من المسلمين، وأَمر بها أَنْ تُؤدَّى قَبْلَ خُرُوج النّاس إلى الصلاة” مُتفَقٌ عَلَيهِ

“Dari Ibnu ‘Umar Radhiallahu An

hu. dia berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, telah mewajibkan zakat fitrah itu sha’ korma atau sha’ gandum/beras, atas hamba sahaya, orang merdeka, orang laki-laki dan perempuan, anak kecil dan orang besar dari orang-orang islam ; Dan beliau memerintahkan untuk menunaikannya sebelum orang-orang keluar menunaikan sholat hari raya. ( HR. Bukhari no. 1503 dan Muslim no. 984) Read the rest of this entry

Panduan Zakat Fithri


Zakat secara bahasa berarti an namaa’ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya.

Fithri sendiri berasal dari kata ifthor, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata fithri karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut.[1] Ada pula ulama yang menyebut zakat ini juga dengan sebutan “fithroh”, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan “fithroh[2]. Istilah ini digunakan oleh para pakar fikih. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: