Arsip Blog

Tiga Fenomena yang Memprihatinkan di IAIN


Image

Pakaian Ketat

 

وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ [البقرة/191]

Dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. (QS Al-Baqarah: 191)

Arti fitnah dalam ayat ini adalah pemusyrikan, yaitu mengembalikan orang mu’min kepada kemusyrikan. Itu dijelaskan oleh Imam At-Thabari dalam tafsirnya.

Pengantar:

Gerakan pemusyrikan secara sistematis dilangsungkan untuk menjadikan Ummat Islam sebagai sasaran. Di kalangan awam, tradisional, di kampung-kampung dan desa-desa digalakkan pemusyrikan dengan menghidup-hidupkan apa yang mereka sebut tour ziarah, wisata religi dan sebagainya ke kuburan keramat, gua keramat dan sebagainya. Di samping itu dihidup-hidupkan pula upacara-upacara kemusyrikan misalnya larung laut (melarung atau menghanyutkan sesaji untuk sesembahan laut yakni setan laut yang ditakuti), upacara lain-lain dengan memberikan sesaji untuk roh-roh atau makhluq gaib, yang tentu saja ini adalah kemusyrikan, dosa paling besar. Orang awan dibujuk berbagai pihak, dari yang berseragam sampai yang bersorban, hingga mereka berbondong-bondong mengadukan kesulitan hidupnya dan angan-angan bahagianya kepada selain Allah, entah itu apa yang mereka sebut kuburan keramat, gua keramat ataupun keramat-keramat lainnya. Itulah pemusyrikan terhadap kalangan orang awam. Bahkan ini sifatnya umum, hingga pelakunya pun dari orang awam sampai eksekutif bahkan mungkin petinggi. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: