Arsip Blog

(Video) Syaikh Yusuf Qardhawi Akui ISIS berasal dari Ikhwanul Muslimin, Benar Ungkapan Ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah …!!


Yusuf QardawiMuslim Minang — Syaikh Yusuf Qardhawi, (ulama kharismatik gerakan Ikhwanul Muslimin yang saat ini telah masuk ke dalam “Daftar Tokoh Teroris” oleh Arab Saudi dan Koalisi Negara Teluk), dalam salah satu videonya pernah mengakui bahwa khalifah ISIS, Abu Bakar Al-Baghdadi adalah anggota ikhwanul muslimin dan berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Menurut Syaikh Qardhawi, Abu Bakar Al-Baghdady cenderung berambisi untuk menjadi pemimpin, lalu bergabung dengan Jamaah Al-Qaedah Irak. Sebagaimana dimaklumi, sebelum lahirnya ISIS, Abu Bakar Al-Baghdady bergabung dan kemudian menjadi pemimpin Al-Qaeda di Irak. Kemudian Abu Bakar Al-Baghdady menyatakan kekhalifahan dengan membentuk Daulah Islam, ISIS.

Syaikh Yusuf Qardhaw berkata:

“Yakni kelompok DAISY (ISIS), artinya adalah Daulah (negara) Islam di Iraq & Syam, negara Islam di Iraq & Syam. Dan dikatakan pemuda ini (Abu Bakar Al-Baghdadi) dahulu ASALNYA DARI AL-IKHWAN (AL-IKHWANUL MUSLIMUN). Tetapi dia kemudian cenderung (berambisi) kepada kepemimpinan dan mereka membujuknya (agar mau menjadi pemimpin) setelah dia dipenjara beberapa tahun.

Ketika dia keluar (dari penjara) diapun bergabung bersama mereka. Dan para pemuda juga ikut bergabung dengan mereka, sebagian pemuda saya ketahui dari Qatar (negara tempat domisili Syaikh Yusuf Qardhawi -pent-)…”

Video Kajian Ustadz Dr. Syafiq Reza Basalamah, MA

Pihak-pihak yang menuduh ustadz Syafik tidak mendasar menyebut ISIS berasal dari dakwah Ikhwanul Muslimin adalah suatu yang salah. Ungkapan dari  Syaikh Yusuf Qardawy diatas sebagai penguatnya. [moslemtoday/PM]

Sumber: moslemtoday.com

Iklan

Siapa Sebenarnya Pembangkit Radikalisme Dan Terorisme Modern Di Tengah Umat Islam?


Oleh
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, MA

Dunia internasinal secara umum dan negeri-negeri Islam secara khusus, telah digegerkan oleh ulah segelintir orang yang menamakan dirinya sebagai pejuang kebenaran. Dahulu, banyak umat Islam yang merasa simpatik dengan ulah mereka, karena sasaran mereka adalah orang-orang kafir, sebagaimana yang terjadi di gedung WTC pada 11 September 2001. Akan tetapi, suatu hal yang sangat mengejutkan, ternyata sasaran pengeboman dan serangan tidak berhenti sampai di situ. Sasaran terus berkembang, sampai akhirnya umat Islam pun tidak luput darinya. Kasus yang paling aktual ialah yang menimpa Pangeran Muhammad bin Nayif Alus Sa’ûd, Wakil Menteri Dalam Negeri Kerajaan Saudi Arabia.

Dahulu, banyak kalangan yang menuduh bahwa pemerintah Saudi berada di belakang gerakan tidak manusiawi ini. Mereka menuduh bahwa paham yang diajarkan di Saudi Arabia telah memotivasi para pemuda Islam untuk bersikap bengis seperti ini. Akan tetapi, yang mengherankan, tudingan ini masih juga di arahkan ke Saudi, walaupun telah terbukti bahwa pemerintah Saudi termasuk yang paling sering menjadi korbannya? Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: