Arsip Blog

Donasi Penimbunan Jalan Menuju Masjid Al Hakim dan SDIT Dareliman Padang


masjid alhakimSangat memprihatinkan jalan menuju mesjid al hakim dan SDIT Dar el Iman kota Padang, yang selalu dilalui oleh kendraan yg banyak baik setiap pelaksanaan kajian sunnah maupun saat menghantar dan menjemput anak ke dan dari sekolah. Merupakan kepedulian kita bersama, kami mengajak kaum muslimin utk berpartisipasi dalam memperbaiki jalan ini.

Marilah kita infaqkan sebagian harta kita, agar bisa menjadi tabungan akhirat.
Dan boleh juga uang riba dan bunga bank dibayarkan ke lokasi seperti ini dalam rangka membersihkan harta kita dari harta haram, silahkan dibaca : http://pengusahamuslim.com/tanya-jawab-pemanfaatan-uang-h…/… . Read the rest of this entry

Imam & Khathib Masjid Al Haram, Ahmad Al Khathib Al Minangkabawi


A. Muqaddimah

Dalam panggung sejarah, Islam sudah lama dikenal oleh penduduk Melayu. Bahkan menurut Ustadz ‘Abdul Malik bin ‘Abdul Karim bin Amrullah rahimahullah atau yang lebih dikenal dengan Hamka, Islam sudah melebarkan sayapnya di bumi Melayu sejak abad pertama hijriah. Namun sayang, meski Islam sudah sekian abad di Melayu, ajaran-ajaran yang diamalkan kaum muslimin di sana banyak yang menyimpang dari ajaran Islam yang dibawa Rasulullah. Ajaran-ajaran tasawwuf ala shufi dan keyakinan-keyakinan bid’ah dan sesat seperti takhayul, khurafat sampai ajaran martabat tujuh atau wihdatul wujud banyak mewarnai amalan-amalan kaum muslimin di bumi Melayu.

Seiring bergulingnya waktu, kaum muslimin di Melayu mulai sadar akan kekeliruan ajaran yang selama ini mereka anggap bagian dari Islam justru bertentangan. Maka usaha-usaha dalam memurnikan ajaran Islam di Melayu pun segera dimulai. ‘Episode’ pertama diawali oleh tiga jama’ah haji yang membawa oleh-oleh dari Tanah Suci berupa ‘filter’ ajaran sesat di ranah Minangkabau. Kemudian ‘episode’ berikutnya ditunjukkan oleh Syaikh Ahmad Al Khathib rahimahullah, seorang ulama yang muqim di Makkah yang terkenal dengan kegigihannya dalam menyerang kelompok-kelompok ahlul bida’ wal ahwa’ dan adat-adat yang bertentangan dengan syariat Islam baik melalui tulisan-tulisan maupun murid-muridnya yang kembali ke Melayu. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: