Arsip Blog

MUI Sumbar: Gagasan Islam Nusantara Sebagai Buah Pemikiran Masih Dangkal


mui sumbarApakah bisa Islam dilabeli dengan nama atau istilah Islam Nusantara sebagaimana yang ramai dibicarakan umat Islam saat ini? Demikian pertanyaan besar yang disampaikan oleh Ketua Bidang Fatwa dan Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, H. Gusrizal Gazahar, Lc. M.Ag.

“Kita kadang-kadang melihat hubungan antara budaya dengan Islam itu terlalu sempit, seolah-olah kita mempraktekkan ajaran Islam yang dulunya adalah budaya Arab. Memang orang Arab itu punya tradisi sebelum Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Salam datang membawa risalah Islam. Itu tidak bisa diingkari,” jelas Gusrizal kepada hidayatullah.com, di acara Ijtima Komisi Fatwa MUI Se-Indonesia ke-5 di Cikura, Tegal, Jawa Tengah belum lama ini. Read the rest of this entry

Iklan

10 Bahaya Memakaian Pakaian Ketat


Celana ketatIslam memberikan aturan yang mulia terkait pakaian wanita. Agar wanita menutup aurat secara sempurna dengan pakaian yang tidak transparan dan tidak ketat.

Namun sekarang, banyak wanita memakai pakaian ketat bahkan sangat ketat. Padahal di balik larangan Islam itu, ada banyak hikmah yang baru ditemukan melalui serangkaian penelitian.

Berikut ini 10 bahaya memakai pakaian ketat: Read the rest of this entry

Syiah Iran Berbondong-Bondong Meninggalkan Syiah


Syiah berkata banyak sunni berpindah agama syiah, tapi ternyata di pusat agama syiah imamiah Iran, syiah meninggalkan kepercayaan ayatullah mereka.

Mengapa Kyai ‘Aswaja’ NU Begitu Takut dengan Wahabi?


salah kaprahDinamika dakwah Islam di tanah air dalam tiga dekade terakhir diwarnai dengan fenomena pesatnya perkembangan dakwah salafiyah yang bertujuan mengembalikan  pemahaman umat Islam kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan manhaj salafus saleh. Fakta demikian ternyata mengundang pobia luar biasa dari kalangan tradisionalis atau yang menyebut diri sebagai aswaja, di mana praktek-praktek keislaman mereka yang sarat pencampuradukan dengan budaya lokal mendapatkan koreksi dari kalangan salafi.

Perlu ditegaskan, makna aswaja dalam term kaum tradisionalis bukanlah satu pengamalan beragama yang meneladani Rasulullah Shallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya dalam akidah maupun ibadah sebagaimana definisi Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebenarnya, melainkan satu model baru keislaman yang memadukan berbagai unsur semisal mazhab ilmu kalam Asya’irah, tasawuf, dan ritual-ritual amaliah yang berasal dari warisan kultur Hindu-Budha. Maka tak heran, berkembangnya dakwah salafi dari Aceh hingga Papua mendatangkan kegelisahan dari kalangan tokoh aswaja NU yang selama ini terlanjur menikmati kedudukan begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat ‘santri’. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: