Arsip Blog

Nasihat Syaikh Ali Hasan Al-Halabi untuk Para Pendukung Paham Takfir


Wawancara Syaikh Ali Hasan di TVONE menjelaskan Jihad Dan bagaimana dakwah Salaf yang sesungguhnya

Read the rest of this entry

Tata Cara Mengkafani Jenazah (Berikut Panduan Gambar)


1. Kafan-kafan mesti sudah disiapkan setelah selesai memandikan jenazah dan menghandukinya

persiapan mengkafani
Mengkafani jenazah hukumnya wajib dan hendaklah kain kafan tersebut dibeli dari harta si mayit. Hendaklah didahulukan membeli kain kafannya dari melunaskan hutangnya, menunaikan wasiatnya dan membagi harta warisannya. Jika si mayit tidak memiliki harta, maka keluarganya boleh menanggungnya.
 
2.Mengkafani Jenazah
mengkafani mayit
Dibentangkan tiga lembar kain kafan, sebagiannya di atas sebagian yang lain. Kemudian didatangkan jenazah yang sudah dimandikan lalu diletakkan di atas lembaran-lembaran kain kafan itu dengan posisi telentang. Kemudian didatangkan hanuth yaitu minyak wangi (parfum) dan kapas. Lalu kapas tersebut dibubuhi parfum dan diletakkan di antara kedua pantat jenazah, serta dikencangkan dengan secarik kain di atasnya (seperti melilit popok bayi).
 
Kemudian sisa kapas yang lain yang sudah diberi parfum diletakkan di atas kedua matanya, kedua lubang hidungnya, mulutnya, kedua telinganya dan di atas tempat-tempat sujudnya, yaitu dahinya, hidungnya, kedua telapak tangannya, kedua lututnya, ujung-ujung jari kedua telapak kakinya, dan juga pada kedua lipatan ketiaknya, kedua lipatan lututnya, serta pusarnya. Dan diberi parfum pula antara kafan-kafan tersebut, juga kepala jenazah.
mengkafani mayit 2
Selanjutnya lembaran pertama kain kafan dilipat dari sebelah kanan dahulu, baru kemudian yang sebelah kiri sambil mengambil handuk/kain penutup auratnya. Menyusul kemudian lembaran kedua dan ketiga, seperti halnya lembaran pertama. Kemudian menambatkan tali-tali pengikatnya yang berjumlah tujuh utas tali. Lalu gulunglah lebihan kain kafan pada ujung kepala dan kakinya agar tidak lepas ikatannya dan dilipat ke atas wajahnya dan ke atas kakinya (ke arah atas). Hendaklah ikatan tali tersebut dibuka saat dimakamkan. Dibolehkan mengikat kain kafan tersebut dengan enam utas tali atau kurang dari itu, sebab maksud pengikatan itu sendiri agar kain kafan tersebut tidak mudah lepas (terbuka).
mengikat kain kafan

sumber saya ambil dari sini

UIN – IAIN Berkiblat ke Barat


UIN – IAIN Berkiblat ke Barat

Menyebarkan Virus Perusak Iman

Pengantar Redaksi:

ImageDi Indonesia, tanggal 2 Mei biasanya disebut sebagai Hari Pendidikan Nasional. Dalam kaitannya dengan pendidikan, khususnya pendidikan tinggi Islam di Indonesia selama ini tampaknya banyak masalah.

Selama sekitar 36 tahun sejak 1975 atau sejak Prof Dr Harun Nasution pulang dari kuliahnya di Mc Gill University, Canada, (sekitar 1969) kemudian bercokol di IAIN Jakarta lalu mengubah system/ kurikulum pendidikan di IAIN, STAIN, STAIS (Institut Agama Islam Negeri, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, dan Swasta) se-Indonesia dari faham Ahlus Sunnah diubah jadi Mu’tazilah (menurut pengakuan Harun Nasution) maka benar-benar berubah. Lebih-lebih dengan penggalakan pengiriman dosen-dosen IAIN se-Indonesia untuk belajar “Islam” ke negeri-negeri kafir di Barat, maka dampaknya sangat terasa. Setelah mereka pulang dari negeri Barat tidak sedikit yang menjadi orang aneh atau nyeleneh. Sampai Iblis pun dikatakan akan masuk surga dan surganya tertinggi. Na’udzubillahi min dzalik dari dusta yang amat dusta itu! Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: