Arsip Blog

TABOT (TABUIK), PERAYAAN YANG TIDAK ISLAMI


tabuik-2Baru saja kita melewati tahun baru islam, tahun baru hijriyah. Ada berbagai acara yang di lakukan dalam rangka menyambut hari besar ini seperti pawai obor, istighazah, dan khitan massal namun di daerah Bengkulu dan Pariaman (Sumatra Barat) momen ini dirayakan agak berbeda, yaitu dengan perayaan Tabot (tabuik).

Tanggal 10 Muharam merupakan saat yang dinanti-nanti oleh masyarakat Bengkulu. Berbondong-bondong orang pergi menyaksikan festival tabot tebuang (terbuang) sebuah acara yang sudah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat Bengkulu. Pada hari itu berpuluh-puluh tabot dengan berbagai bentuk dan warna, akan diarak mengelilingi kota lalu dibuang ke tempat pembuangannya.

Tabot (di Pariaman dikenal dengan Tabuik) berasal dari kata tabut (bahasa arab) yang artinya kotak atau peti kayu. festival tabot yang dikenal saat ini adalah serangkaian acara yang dilakukan kaum syi’ah guna mengenang syahidnya Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib, yang gugur dalam perang melawan pasukan Ubaidillah bin Zaid di Padang Karbala, Iran. Husain meninggal dengan tubuh terpisah-pisah karena kekejaman pasukan lawan yang jumlahnya 30 kali lebih banyak dari pasukan Husain. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: