Arsip Blog

Dekat-Dekat Adzan Waktu Terbaik Makan Sahur dan Kelirunya Waktu Imsak


ImsakSebagian kaum muslimin salah memahami mengenai waktu makan sahur dan juga sudah mengendap kuat pemahaman yang keliru yaitu bid’ah waktu imsak , di mana ketika waktu imsak sudah tiba maka orang yang berpuasa Manahan diri dari makan dan minum sebagai bentuk kehati-hatian. Yang benar, justru sebaliknya, yaitu waktu-waktu ketika imsak menurut mereka adalah waktu yang terbaik untuk makan sahur. Berikut pembahasannya

Waktu makan sahur

Waktu makan sahur adalah adzan pertama  (munculnya fajar kadzib, belum masuk waktu shalat subuh) sampai adzan kedua (munculnya fajar shadiq, sudah masuk waktu shalat subuh). Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, adzan pertama dikumandangkan oleh Bilal bin Rabah sedangkan adzan kedua dikumandangkan oleh Ibnu Ummi Maktum. Read the rest of this entry

Makan Jam dua Malam, termasuk makan Sahur?


jam-2Kapan mulai terhitung waktu sahur diperselisihkan oleh para ulama. Hal ini penting, misalnya makan jam dua malam, apakah ini termasuk makan sahur yang mendaoat keutamaan dan berkah makan sahur?

Mengenai hal ini terbagi dalam tiga pendapat:
[1] Sahur dimulai dari pertengahan malam, ini adalah pendapay jumhur (mayoritas ulama) mazhab yang empat[1]

Catatan: yang dimaksud pertengahan malam adalah makna syariat, yaitu tenggelamnya matahari (misalnya: setengah 6 sore ) dan terbitnya fajar (misalnya: setengah 5, maka tengah malam kira-kira jam 23:00 (11 malam). Read the rest of this entry

Adab Puasa Ramadhan


Di antara adab puasa adalah bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (Qs. al-Baqarah: 183).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, selalu mengerjakannya dan tidak meninggalkan kebodohan, maka Allah tidak akan memberikan pahala atas puasanya.” (HR. al-Bukhari).

Di antara adab puasa adalah memperbanyak shadaqah, berbuat baik, dan derma kepada manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadi orang yang paling dermawan di bulan Ramadhan, karena itu setiap kali bertemu dengan Jibril di bulan itu, beliau membacakan Al-Quran kepadanya. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: