Arsip Blog

Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah


syirik sama kartini“Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah”
[DR. Adian Husaini]

Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS -Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Read the rest of this entry

Termasuk Syirik Jika Beramal Shaleh Untuk Tujuan Dunia


bab37

Terjamah :

 Dalil 1 : Surat Hud 15-16

 “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” Read the rest of this entry

Video_Ritual Kesyirikan Batu Angkek-Angkek


(Warning: Saat menghidupkan video ini, harap suaranya di non aktifkan, cukup lihat apa ritual yang di peragakan)

Batu Angkek-Angkek “Syirik Terbuka”

Sepertinya promosi dan brosur-brosur tentang keunikan di Kabupaten Tanah Datar perlu dipertanyakan, apalagi untuk dikomersilkan. Betapa tidak, cerita bohong yang tidak masuk akal orang bodoh sekalipun. Apalagi tulisan yang ada di depan rumah tempat batu angkek-angkek di buat oleh pariwisata dan disahkan Pemda.  Read the rest of this entry

Syirik yang Sering Diucapkan


Kaum muslimin yang semoga selalu mendapatkan taufiq Allah Ta’ala. Kita semua telah  mengetahui bahwa Allah adalah satu-satunya Rabb (Tuhan) alam semesta, Yang menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita, Yang menjadikan bumi sebagai hamparan untuk kita mencari nafkah, dan Yang menurunkan hujan untuk menyuburkan tanaman sebagai rizki bagi kita. Setelah kita mengetahui demikian, hendaklah kita hanya beribadah kepada Allah semata dan tidak menjadikan bagi-Nya tandingan/sekutu dalam beribadah. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (Al Baqarah [2]: 22)

Lebih samar dari jejak semut di atas batu hitam di tengah kegelapan malam

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma –yang sangat luas dan mendalam ilmunya- menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, ”Yang dimaksud membuat sekutu bagi Allah (dalam ayat di atas, pen) adalah berbuat syirikSyirik adalah suatu perbuatan dosa yang lebih sulit (sangat samar) untuk dikenali  daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di tengah kegelapan malam.” Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: