Arsip Blog

Tabot, Tabuik dan Nikah Mut’ah


Imbas Aliran Sesat Syi’ah ini berlangsung bahkan dilestarikan karena manusianya tak peduli entah syirik entah haram, entah mengancam aqidah entah menyebarkan bahaya penyakit; yang penting fulus

Sebagian tokoh syi’ah ada yang pernah mengklaim, bahwa sebenarnya ideologi syi’ah sudah diterima masyarakat Indonesia sejak lama, dengan menunjuk kepada fenomena budaya berupa Tabot di Bengkulu atau Tabuik di Sumatera Barat, juga maraknya praktek nikah mut’ah di sejumlah daerah di Indonesia.

Klaim seperti itu sebenarnya tidak berdasar, karena meski sebagian (kecil) masyarakat Indonesiamerayakan Tabot atau Tabuik dan mempraktekkan nikah mut’ah, namun landasannya bukan pemahaman keagamaan, tetapi semata-mata faktor fulus. Tradisi Tabot atau Tabuik menjadi menarik diprogramkan secara berkala karena anggarannya menggiurkan, mencapai milyaran. Sedangkan nikah mut’ah dipraktekkan karena dijadikan solusi instan untuk keluar dari kemiskinan turun temurun atau menyalurkan syahwat dengan cara haram namun dibolehkan oleh aliran sesat syi’ah. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: