Arsip Blog

Mati Mengenaskan Disengat Kumpulan Lebah Akibat Membenci Sahabat


Abul Hubab menceritakan, Suatu ketika kami berada dalam peperangan di laut, Musa bin Ka’ab adalah komandan kami, seorang dari Kufah yang dipanggil dengan Abul Hajjaj bergabung bersama kami, ia datang dengan mencela Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, kami mencegahnya namun ia tidak peduli, kami melarangnya namun ia tak mau berhenti. Kemudian kami singgah di sebuah pulau di tengah lautan, kami berpencar untuk mempersiapkan shalat zhuhur, seorang teman mendatangi kami, ia berkata, “Temuilah Abul Hajjaj, ia telah disengat sekumpulan lebah” kami pun segera ingin menemuinya, setelah itu kami temukan ia sudah jadi mayat telah disengat sekumpulan lebah. Kami segera menggali lahad, namun tanah menjadi keras, saya bertanya, “Mengapa tanahnya menjadi keras”, ada yang menjawab, tanahnya kering dan keras, akhirnya kami tak mampu lagi menggali tanah. Kami hanya menutupinya dengan dedaunan pohon dan batu kemudian kami meninggalkannya begitu saja.
(Sumber: Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir, 44/390 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 47 )

 

 

 

Cara Syi’ah Mendakwahkan Agamanya


Diantara cara Syi’ah mendakwahkan agamanya ialah, berikut penjelasan dari Syaikh Adnan Al Ar’ Aloor:

  1. Mengajak kita untuk mencintai “Ahlul bait” (Ahli Keluarga Nabi)
  2. Mereka akan menceritakan kisah-kisah dusta, bagaimana Ahlul Bait ditindas, hanya untuk menyentuh emosi dan membuat kita menangis
  3. Mereka akan membuat kita meragungi pegangan kita selama ini
  4. Mereka akan menyuntik perasaan dendam dan secara tidak langsung mereka melatih kita untuk berbunuh-bunuhan dan menyebabkan pertumpahan darah.

Jika Saudara muslim mendapatkan ada seorang yang berdakwah dengan metode tersebut maka, maka tidak ragu lagi, mereka adalah penganut Agama Syiah. Maka tinggalkanlah majelis mereka sebelum lebih lanjut terserang virus dusta mereka.

%d blogger menyukai ini: