Arsip Blog

“Bagaimana Pembagian Pusaka Tinggi, Sudah Sesuaikah Dengan Syariat Islam di Minangkabau?”


Oleh : DR. Mochtar Naim

Di Minangkabau dikenal ada tiga macam harta, yaitu :

* harta pusaka tinggi,

* harta pusaka renda,  dan

* harta milik pribadi, atau harta pencaharian.

Harta Pusaka Tinggi,   biasanya selalu berupa barang tidak bergerak, seperti perumahan, perkolaman, persawahan, perladangan, perkampungan, perhutanan, dsb, bersalin secara kolektif-alami turun temurun menurut garis ibu (matrilineal), menurut jalur kaum, suku ataupun nagari, dan tidak dibagi.

Fungsinya adalah sebagai harta waqaf  : harta waqaf kaum, suku ataupun nagari. Jadi harta pusaka tinggi yang fungsinya sebagai harta waqaf tidak dimakan bagi. Kalau dibagi justeru salah. Read the rest of this entry

%d blogger menyukai ini: